Intel Jalin Kolaborasi Hadirkan Ekosistem dan Platform AI Terbuka Bagi Enterprise AI

Sederetan perusahaan teknologi seperti Intel, Anyscale, Articul8, DataStax, Domino, Hugging Face, KX Systems, MariaDB, MinIO, Qdrant, RedHat, Redis, SAP, VMware, Yellowbrick and Zilliz menjalin inisiasi  platform terbuka memperluas adopsi dan kegunaan dari AI pada tingkat enterprise.

Upaya ambisius ini menyatukan 16 perusahaan pionir dan bertujuan untuk mendorong industri ke arah yang lebih ramah aksesibilitas dan mempercepat inovasi.

Inisiatif yang dilakukan secara kolektif ini juga berkomitmen untuk mengembangkan sisten GenAI multivendor terbuka yang juga mempermudah implementasi, performance yang lebih baik, dan nilai tambah bagi solusi berbasis AI.

Dengan Intel di garis depan sebagai perintis, inisiasi ini juga berupaya untuk memanfaatkan keunggulan dari retrieval-augmented generation (RAG) guna mengintegrasikan sumber data properti dengan kemampuan AI mutakhir.

Didukung dengan roadmap strategis yang menjabarkan komitmen Intel dan kolaborator lainnya untuk mendorong kemajuan AI di berbagai sektor, Intel juga mengumumkan chip Intel Xeon 6 generasi berikutnya yang siap untuk meningkatkan performance di data center, cloud computing, dan edge computing.

Chip prosesor Intel Xeon 6 generasi berikutnya

Pengumuman chip prosesor Intel Xeon 6 generasi berikutnya ini menandai awal era baru di zona efisiensi dan performance dalam komputasi AI. Dengan fitur inovatif seperti Efficient-cores (E-cores) dan Performance-cores (P-cores), prosesor ini menjanjikan peningkatan yang eksponensial dalam performance per watt dan rack density.

Integrasi dukungan perangkat lunak untuk format data MXFP4 akan menghasilkan lonjakan besar dalam kemampuan pemrosesan AI yang lebih cepat dan lebih efisien.

Selain inovasi di data center, peluncuran prosesor Intel Core Ultra di ranah edge computing turut menegaskan dedikasi Intel untuk mendistribusikan kemampuan AI mutakhir ke berbagai perangkat untuk mendorong adopsi, mulai dari PC hingga konsol game mobile.

Intel memproyeksikan akan melakukan pengiriman 40 juta PC yang mendukung AI pada 2024 dengan menyertakan chip prosesor generasi berikutnya.

Lebih lanjut, masuknya Intel ke ranah silicon edge dapat mendongkrak perkembangan di sektor-sektor yang tak kalah penting seperti ritel, manufaktur, dan kesehatan. Dengan memanfaatkan kekuatan Intel Core Ultra dan prosesor grafis (GPU) Intel Arc, Intel memiliki misi untuk menggubah bagaimana bisnis-bisnis berkembang lebih cepat lagi dengan lebih efisien.

Solusi bisnis Intel Tiber

Melengkapi serangkaian pengumuman terkait kolaborasi kolosal di atas, Intel juga mengumumkan solusi bisnis Intel Tiber, yang bertujuan untuk menyederhanakan adopsi dan implementasi perangkat lunak serta layanan enterprise, termasuk dengan GenAI.

Memiliki fokus pada keamanan, compliance, dan performance, Intel Tiber diharapkan dapat memberikan pengalaman yang terpusat, memberikan dukungan pada banyaknya perusahaan yang ingin memperkaya proses bisnisnya dan mengambil keuntungan dari investasi AInya.

Ramainya pengumuman yang bertajuk AI pada Intel Vision 2024 dapat memberikan gambaran kepada pengguna GenAI dan pengembang AI umum dan perusahaan pada komitmennya untuk mendorong inovasi dan solusi berbasis AI di berbagai sektor. Dengan memupuk kolaborasi, inovasi, dan aksesibilitas, Intel dan mitra dalam ekosistem barunya ini memiliki kesempatan untuk mengubah lanskap emerging technology dan membawa AI ke tahap pengembangan yang lebih maju lagi.

Bagaimana HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition Membuat Kerja Lebih Nyaman?

Huawei meluncurkan tablet HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition sebagai kelanjutan dari inovasi teknologi layar papermatte pada layar 11 inci. Dengan teknologi tersebut, Huawei berupaya menyasar para profesional agar dapat tetap produktif dan mendapatkan kenyamanan pada indera penglihatan.

Untuk mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, tablet ini membawa pengalaman visual yang memanjakan pandangan berkat layar anti-glare PaperMatte 120Hz pada ukuran 11,5 inci. Teknologi tersebut mampu mereduksi pantulan cahaya matahari dan sinar lampu terang hingga 97%, yang disinyalir dapat membantu memberikan kenyamanan ekstra dengan pengurangan stres pada mata. 

Sensasi optikal anti-glare kian dimaksimalkan lagi dengan resolusi 2.2K, refresh rate 120Hz, dan layar yang bertekstur saat disentuh. Para penikmat buku atau bacaan digital kemungkinan besar akan menikmatinya, terlebih dengan kebiasaan transisi antar halaman e-book.

Lain dengan gadget untuk aktivitas membaca, gadget untuk mengerjakan tugas-tugas kantor memerlukan kinerja yang lebih bisa diandalkan lagi, dan pemahaman umum kerap menganggap tablet memiliki daya produktivitas yang berada di bawah laptop.

Bagi para profesional, yang merupakan target utama Huawei untuk lini ini, hal tersebut tentu jadi pertimbangan utama. HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition mendobrak hal tersebut dengan menghadirkan fitur WPS 2.0 yang dinilai setara PC, memungkinkan pengguna mengelola tugas-tugas dengan efisien kapanpun dan di manapun.

WPS 2.0 memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan akurat. Ditambah lagi dengan adanya prosesor 4nm berkinerja tinggi dan konektivitas Wi-Fi 6, Huawei tampak mantap berupaya mendukung para profesional yang mempunyai aktivitas online tinggi untuk selalu bekerja secara prima.

Agar lebih memperkuat lagi sensasi bekerja seperti menggunakan laptop, HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition dilengkapi dengan smart detachable keyboard yang mudah dilepas pasang.

Mengetik dengan keyboard jelas sudah menjadi bagian dari keseharian para profesional, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak yang menggemari aktivitas menulis dengan guratan pensil.

Huawei ingin tetap menghadirkan sensasi tersebut dengan fitur HUAWEI Notes & HUAWEI M-Pencil 2nd Gen yang menjadikan proses mencatat di layar jadi lebih responsif dan menyenangkan, dengan klaim pengalaman menulis yang terasa seperti di atas lembaran kertas asli.

Meski elemen visual menjadi andalan, dapur audio juga layak ditinjau lebih lanjut di HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition. Huawei membiarkan penggunanya merasakan pengalaman audio memukau lewat pengaturan quad-speaker pada fitur HUAWEI Histen 8.1, yang pada dasarnya dapat menghasilkan suara surround 3D dengan jelas dan tajam.

Selama sesi first sale pada periode 21 Maret s.d. 15 April 2024, HUAWEI MatePad 11.5 PaperMatte Edition dapat dibeli seharga Rp 6.499.000, lengkap dengan rangkaian bonus senilai total Rp3,3 juta, yang terdiri dari smart detachable keyboard, stylus HUAWEI M-Pencil 2nd, HUAWEI Bluetooth Mouse, dan gratis layanan servis VIP selama satu tahun. Untuk yang ingin mempelajari lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi Huawei.

Intel Masuki Arena Kompetisi Enterprise Generative AI dengan Chip Gaudi 3

Chip Gaudi 3 yang diklaim lebih kencang dari Nvidia ini merupakan upaya Intel dalam misinya untuk mendemokratisasi bagi seluruh pengembang kecerdasan buatan, dengan fiturnya yang terbuka, scalable, dan aman.

Intel telah membuat langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan mengumumkan peluncuran chip terbarunya, Intel Gaudi 3. Chip generasi ketiga ini merupakan upaya lanjutan dalam mendemokratisasi AI bagi seluruh pengembang AI. Gaudi 3 diharapkan dapat menjadi solusi bagi banyak perusahaan pengembang AI yang sebelumnya terkendala oleh “generative AI gap”.

Generative AI (GenAI), seperti Natural Language Processing (NLP) dan Image Generation, membutuhkan daya komputasi yang besar. Namun, tidak banyak perusahaan yang mampu menyediakan daya komputasi tersebut dengan efisien. Menyadari adanya kesenjangan ini, Intel merancang Gaudi 3 untuk mengatasi kebutuhan yang beragam dari perusahaan yang tengah mengadopsi dan mengembangkan AI.

Salah satu keunggulan utama dari akselerator Gaudi 3 adalah pendekatannya yang terbuka dan berbasis komunitas. Hal ini memungkinkan integrasi yang mudah pada kerangka kerja yang telah ada, sehingga perusahaan dapat memodifikasi Gaudi 3 dengan proses bisnis dan kebutuhan masing-masing.

Dengan menggunakan teknologi silikon terbaru, Gaudi 3 juga menawarkan peningkatan kinerja inferensi sebesar 50% dibandingkan dengan pesaing utamanya, Nvidia H100, sambil mempertahankan efisiensi daya sebesar 40%. Kinerja optimal ditambah dengan konsumsi energi yang minimal menjadikan Gaudi 3 pilihan ideal bagi perusahaan yang mengutamakan keseimbangan antara kinerja maksimal dan sustainability.

Beberapa perusahaan mitra yang telah menerapkan Gaudi 3 adalah NAVER, Bharti Airtel, dan Landing AI. NAVER menggunakan Gaudi 3 untuk mengembangkan Large Language Model (LLM) guna menyediakan layanan AInya secara global. Sementara itu, Bharti Airtel berencana memanfaatkan data telekomunikasi perusahaannya untuk meningkatkan kemampuan AI dalam meningkatkan layanan kepada pelanggan. Landing AI bahkan telah mendesain model yang dimodifikasi untuk digunakan dalam mendeteksi kanker.

Intel telah menjalin kemitraan dengan sejumlah produsen peralatan asli (OEM) terkemuka, seperti Dell Technologies, Hewlett Packard Enterprise, Lenovo, dan Supermicro. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjadikan infrastruktur AI lebih mudah diakses, sehingga organisasi dan perusahaan dari berbagai sektor dapat mengakses kemampuan AI termutakhir tanpa hambatan.

Di luar dari pengembangan chip AI, Intel telah berkomitmen dalam infrastruktur jaringan AI lewat Konsorsium Ultra Ethernetnya. Dengan memimpin pengembangan solusi Ethernet yang dioptimalkan untuk AI, Intel tidak hanya mempercepat inovasi dalam solusi berbasis AI, tetapi juga mendorong pendekatan berbasis komunitas yang terbuka dan transparan terhadap standar jaringan AI.

Intel juga menekankan potensi besar AI di berbagai sektor industri, dengan upaya untuk memperluas pangsa pasarnya dalam industri chip akselerator. Meski Nvidia tetap menjadi pesaing yang tangguh dengan pendapatan pusat data yang besar, Intel yakin bahwa Gaudi 3 akan memberikan alternatif yang lebih terjangkau dan kompetitif bagi konsumen.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan terlihat akan semakin bergantung pada AI untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi dalam proses bisnisnya. Dengan dengan Gaudi 3, Intel berpotensi untuk menjadi salah satu pemain utama dalam penyedia solusi pengembangan dan pembangunan infrastruktur AI.

Pindah Hape Mudah Dengan Fitur Swart Switch dari Samsung

Samsung menghadirkan ponsel menengah Galaxy A15 dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari 2.9 jutaan. Anda yang ingin memiliki ponsel ini tetapi malas pindah data, cek artikel ini untuk cara mudahnya.

Smart Switch sendiri merupakan fitur yang dihadirkan Samsung untuk mempermudah pengguna ketika ingin berpindah ponsel, baik dari sesama Samsung, Android atau bahkan dari iOS.

Dengan fitur ini, Anda bisa dengan mudah dan tanpa ribet memindahkan berbagai file penting seperti dokumen, foto dan video. Dengan fitur Smart Switch yang sudah ada secara bawaan di perangkat Galaxy A15 pindah data dari ponsel lama jadi tidak ribet.

Galaxy A15 juga punya dua varian penyimpanan yang cukup lega yaitu 8/128GB dan 8/256GB.

“Samsung menyediakan solusi mudah untuk beralih ke Galaxy A15 dengan menggunakan Smart Switch. Fitur ini memungkinkan pengguna memindahkan semua data, seperti foto, dokumen, dan info akun dari ponsel lama, bahkan yang menggunakan dari non android. Dengan One UI 6.0, konsumen bisa mendapatkan pengalaman yang praktis dengan harga yang pasti terjangkau, ditawarkan dengan pilihan penyimpanan data yang besar, layar Super AMOLED, dan kamera 50MP”, ujar Ricky Bunardi MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Berikut caranya seperti yang dikutip dari rilis:

Dengan Smart Switch, pengguna dapat mentransfer data dari ponsel lama ke Galaxy A15 dengan mudah bahkan dari ponsel dengan OS yang berbeda. Berbagai jenis data yang dapat pindahkan diantaranya adalah file foto, video, kontak, WhatsApp chat history, calendar, catatan, aplikasi, pengaturan, kata sandi, dan masih banyak lagi. Dengan Smart Switch, proses perpindahan bisa
dilakukan dengan cepat dan efisien, tanpa khawatir kehilangan data atau konfigurasi penting.

Cara menggunakan fitur Smart Switch ini, berikut adalah cara
menggunakannya:
1. Buka aplikasi Smart Switch di smartphone baru kamu
2. Pilih opsi “Receive data” untuk menerima data dari smartphone lama
3. Pilih OS smartphone lama kamu sebagai sumber data yang ingin dipindahkan
4. Pilih metode lalu terima datanya

Jika Anda bukan pengguna Samsung, kamu tetap bisa melakukan transfer data menggunakan aplikasi Smart Switch dengan cara mengunduhnya terlebih dahulu. Kamu bisa mengunduh aplikasi Smart Switch melalui aplikasi Play Store atau App Store.

Untuk cara yang lebih praktis, Anda bisa langsung scan QR Code yang ada di smartphone Samsung baru kamu untuk langsung diarahkan, berikut cara mendapatkan QR Codenya.

1. Saat sedang mencari perangkat untuk dihubungkan, klik tulisan “Get Smart Switch on your old device”
2. Scan QR Code yang tersedia untuk mengunduh aplikasi Smart Switch

Galaxy A15 tersedia dalam pilihan warna Yellow, Blue, dan Blue Black, dengan harga Rp2.899.000 (128GB) dan Rp 3.299.000 (256GB). Smartphone ini sudah tersedia di Samsung Store seluruh Indonesia dan e-commerce tanah air.

Western Digital Sediakan Dukungan untuk Tren Kreator Konten

Western Digital meluncurkan berbagai lini baru untuk produk mereka lewat merek SanDisk. Produk yang ada ini menghadirkan dukungan penyimpanan dan baca data untuk para kreator konten.

Produk terbaru ini dirilis selaras tren pembuatan konten yang hadir dengan resolusi dan frame-per-second semakin tinggi, yang membutuhkan solusi penyimpanan lebih cepat, fleksinel dan kapasitas yang lebih besar.

Ada dua segmen yang ingin disasar dengan produk baru ini, yang pertama adalah SD card dan yang kedua memory card yang lebih propesional.

Berikut beberapa produknya seperti dikutip dari rilis:

  • SanDisk® SD Express (128GB/256GB)

Dengan kecepatan hingga 4,4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kartu SD™ UHS-I tercepat1 dari Western Digital, kartu ini dapat digunakan untuk workflow dengan intensitas data yang besar dan kamera performa tinggi serta perangkat kompatibel lainnya. Kartu ini kompatibel dengan perangkat yang sudah ada dan dipersiapkan untuk perangkat yang akan diluncurkan di masa depan.

  • SanDisk® microSD™ Express (128GB/256GB)

Dengan kecepatan hingga 4,4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kartu microSD™ UHS-I tercepat2 dari Western Digital, kartu ini menawarkan kecepatan, penyimpanan serta performa mutakhir bagi para profesional dengan intensitas workflow yang tinggi. Kartu ini kompatibel dengan perangkat yang sudah ada dan dipersiapkan untuk perangkat yang akan diluncurkan di masa depan.

WD menjelaskan bahwa performa kartu memori ini setara dengan kecepatan SSD, selain itu bisa juga digunakan dengan perangkat SD UHS-I dan UHS-II yang sudah ada.

SD Express Card terbaru ini juga sudah dilengkapi dengan fitur ThermAdapt™, teknologi yang dapat mengurangi overheating kartu melalui enclosure yang dirancang khusus serta kontroler adaptif berbasis suhu, agar perangkat dapat beroperasi pada suhu yang aman.

SanDisk SD dan microSD Express akan tersedia di toko resmi Western Digital pada paruh kedua 2024.

Kemudian untuk Memory Card:

  • 2TB* SanDisk Extreme PRO® SDXC™ UHS-I Memory Card

Kartu SDXC™ 2TB UHS-I3 pertama dan tercepat Western Digital yang menawarkan solusi penyimpanan dengan kapasitas besar untuk mengambil foto dengan resolusi lebih tinggi dan merekam lebih banyak video 4K UHD4 hanya dalam satu kartu.

  • 2TB* SanDisk Extreme PRO® microSDXC™ UHS-I Memory Card

Kartu microSD 2TB UHS-I3 pertama dan tercepat Western Digital berkapasitas besar, dapat digunakan pada perangkat dengan slot microSD untuk memperluas kapasitas penyimpanan konten. Kedua kartu memori berkapasitas 2TB akan tersedia di toko resmi Western Digital pada kuartal ketiga tahun 2024.

  • 4TB* SanDisk Extreme PRO UHS-I Memory Card

Kartu memori pertama Western Digital yang menghadirkan kapasitas luar biasa dengan format ukuran yang sama. Kartu ini memanfaatkan standar SDUC (Secure Digital Ultra Capacity) dan diperkirakan akan dirilis pada tahun 2025.

Dan satu lagi, untuk workflow yang lebih advance:

  • Western Digital Ultrastar® Transporter

Platform transfer data untuk capture, penyimpanan, dan mobilitas data dengan throughput tinggi dan kapasitas besar. Perangkat ini menawarkan kapasitas hingga 368TB dengan performa NVMe™ SSD dan konektivitas dual port 200Gb/E untuk menyimpan, mengedit, dan secara fisik memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk menghemat waktu, jika dibandingkan dengan menggunakan layanan pemindahan file secara online.

Dapat digunakan di lokasi yang tidak terjangkau karena biaya atau koneksi jaringan yag lemah. Dengan berat kurang dari 30lbs, perangkat ini dilengkapi dengan desain kerangka yang kuat, serta transport case yang sudah teruji. Fitur keamanan data meliputi tamper evident case dan dirancang untuk FIPS 140-2 Level 2 Compliance dengan Trusted Platform Module (TPM) Version 2.

  • Western Digital Ultrastar® Data102 JBOD Platform

Platform penyimpanan eksternal high-density yang andal untuk penyimpanan besar, back-up, arsip yang dapat diakses secara online dan nearline content. Solusi generasi ketiga ini mendukung hingga 24Gb SAS untuk host. Platform Data102 3000 menyediakan hingga 2.65PB* dalam enclosure 4U dan dapat digunakan dengan hard drive 24TB Ultrastar, termasuk Ultrastar DC HC580 SAS HDD yang kini sudah tersedia.

Dilengkapi dengan fitur inovasi ArcticFlow™ and IsoVibe™ unik dari Western Digital yang telah mendemonstrasikan penurunan 62 persen jumlah hard drive yang dikembalikan akibat suhu yang tinggi dan getaran, jika dibandingkan dengan generasi tanpa fitur tersebut.

Awal Mei, Perangkat Samsung Berikut Ini Bisa Nikmati Fitur Galaxy AI

Pengguna perangkat flagship Samsung generasi lama bisa bergirang hati, pasalnya lewat pengumuman resmi via blog, Samsung mengumumkan bahwa semakin banyak perangkat seri flagship lama akan bisa dapat fitur Galaxy AI. 

Beberapa perangkat yang siap menerima update terbaru untuk Galaxy AI antara lain Galaxy S22 series, Galaxy Z Fold4 dan Galaxy Z Flip4 foldable phones, serta Galaxy Tab S8 series.

Fitur Galaxy AI ini bisa dinikmati di One UI 6.1. Fitur AI sebelumnya hanya bisa dinikmati di perangkat paling anyar Samsung saja, yaitu Galaxy S24 Series, kemudian melebar ke flagship tahun lalu seperti Galaxy S23 Series, Galaxy Z Fold dan Flip5 serta Galaxy Tab S8 Series. 

Galaxy AI yang nantinya bisa dinikmati antara lain adalah Circle to Search with Google, Chat Assist, Interpreter, Live Translate, Note Assist, Transcript Assist, Browsing Assist, Generative Edit, Edit Suggestion serta AI-Generated Wallpaper.

Beberapa fitur AI ini cukup membantu dalam kegiatan sehari-hari, seperti Live Translate yang membantu komunikasi antara bahasa, Note Assist bagi mereka yang sering mencatat dan ingin merapihkan secara sederhana dengan cepat, dan Browsing Assist yang membutuhkan rangkuman dan atau terjemahan artikel dari web secara cepat dan mudah. 

Serta tentu saja, yang banyak di promosikan Samsung di berbagai iklan perangkat mereka yaitu Circle to Search with Google, cara baru dalam menjelajan mesin pencari hanya dengan melingkari objek yang ingin dicari tahu informasinya. 

Menurut blog yang sama, penyebaran update One UI 6.1 ke perangkat flagship lama yang disebutkan di atas akan mulai awal Mei 2024. Meski demikian, belum ada informasi di blog Samsung Indonesia, apakah pembaruan ini akan global dan Indonesia termasuk atau akan ada waktu khusus. Namun biasanya, kalau sudah masuk blog Samsung global, rilis update akan tersedia juga untuk pengguna global.

Fitur realme 12 5G yang Cocok untuk Bantu Produktivitas 

Liburan telah usah, kembali ke rutinitas. Bagi yang ingin punya ponsel yang bisa dukung produktivitas, realme 12 5G punya beberapa fitur unggulan yang bisa jadi bahan pertimbahan sebelum memilih ponsel. 

realme 12 5G sendiri telah dijual di berbagai toko ponsel, hadir dengan Chipset MediaTek Dimensity 6100+ 5G, 8GB + 8GB virtual serta 256GB. Dijual dengan harga 3.699.000 rupiah. 

Fitur unggulan yang bisa dukung produktivitas antara lain: 

Dukungan prosesor untuk kinerja 

realme 12 5G didukung oleh Chipset MediaTek Dimensity 6100+ 5G yang bertenag cukup handal untuk kerja berat atau ringan. 

Chipset ini bisa secara cerdas mengatur pemrosesan dalam mengelola tugas sesuai dengan tingkat intensitas, jadi bisa lebih efisien akan energi. Kegiatan multitasking, gaming, edit foto dan video, bisa dijalankan dengan kinerja baik serta efisien pada daya. 

Fitur RAM dinamis hingga 16GB bisa menjadi salah satu fitur yang membantu dalam kerja komputasi mobile berat mendukung produktivitas. Besaran RAM bisa diatur sendiri, teknologi RAM dinamis DRE ini dapat mengubah memori penyimpanan menjadi RAM dengan varian RAM 8GB yang mendukung ekspansi 4GB, 6GB, dan 8GB. 

Penyimpanan cukup besar

Kapasitan penyimpanan yang besar di kelasnya hadir di realme 12 5G, yaitu 256GB. Simpan dokumen atau multimedia foto dan video Bisa lebih bebas.

256GB bisa menyimpan sekitar 1.000 episode film seri, 60.000 lagu, dan 60.000 foto (dengan rata-rata 250MB per episode dan 4MB per lagu atau foto).

Antar muka UI 5.0

realme 12 5G hadir dengan realme UI 5.0 yang didesain khusus untuk pengalaman multitasking terbaik.

Ada fitur File Dock yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer lintas aplikasi dengan gerakan drag and drop pada berbagai jenis file serta konten dengan mudah dan cepat. 

Fitur Phonelink untuk integrasi laptop atau komputer via Microsoft LTW (Link to Windows). Akses lebih mudah dan cepat dari laptop ke ponsel Anda. 

Ada pula fitur Split Screen (dua aplikasi dibuka di layar secara bersamaan), Flexible Window (membuka aplikasi dalam jendela kecil interaktif, dan dapat membuka sejumlah aplikasi pada satu waktu) serta  Smart Sidebar (pilih aplikasi dan tool pilihan sehingga dapat meluncurkannya dengan menarik bilah dari tepi samping). 

Tidak lupa kemampuan kamera mumpuni di kelasnya 

realme 12 5G hadir dengan 108MP 3x Zoom Portrait. Kamera utama 108MP dan teknologi 3x In-Sensor Zoom, dengan sensor besar berukuran 1/1.67″. 

Untuk urusan desain ada dua pilihan warna, Twilight Purple dan Woodland Green. 

realme Portrait Master Academy dengan Hadiah Total Senilai Rp30.000.000 di 

realme sedang menggelar konten fotografi yang akan berakhir di Bulan April ini. realme mengajak para anak muda dan seluruh pengguna smartphone untuk tidak melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan memenangkan hadiah total senilai Rp30 juta, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Sebanyak 20 karya foto yang nantinya akan dipilih oleh para juri, yakni Narendra Kameshwara (@nareend), Anggey Anggraini (@her_journeys), Dane (@danesauruss), dan Muhammad Shidiq (@backpackerkurus), serta Marketing Director realme Indonesia Ellen Zhou (@ellenzhou.qy).

Untuk 20 orang pemenang yang akan diumumkan pada Bulan Mei mendatang, serta akan diundang untuk berpartisipasi dalam community gathering trip dengan mengundang tamu spesial untuk berbagi ilmu serta tips dan trik seputar mobile photography. Bagi 3 foto terbaik juga akan turut dipamerkan karya fotonya di Digital Out-of-Home (DOOH) terkemuka di Indonesia.

Segera kirim karya terbaik atau dapatkan informasi lebih detail melalui tautan berikut: https://event.realme.com/id/realme-portrait-master-academy-2024/ .

Acer Perkenalkan Laptop Gaming AI Portabel, Predator Helios Neo 14

Untuk menyempurnakan lini laptop gaming-nya, Acer akhirnya mengumumkan kehadiran laptop Predator Helios Neo 14 baru. Laptop ini dhadirkan untuk memberikan keleluasaan bagi penggunanya bermain game ataupun produktivitas.

Portabilitas menjadi salah satu prioritas Acer, karena Predator Helios Neo 14 ini mengusung bodi yang ringkas dan tipis. Sehingga akan cocok bagi para pengguna yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.

Meskipun begitu, spesifikasi yang dihadirkan oleh Acer di laptop ini tidak main-main. Laptop Predator Helios Neo 14 ini dilengkapi prosesor Intel Core Ultra 9 185H yang telah dilengkapi kemampuan AI.

Pada sektor pengolah grafis, laptop ini dilengkapi dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Laptop. Membuat laptop ini mendukung DLSS 3.5 untuk performa gaming yang lebih optimal dan efisien.

Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi WQXGA 3072×1920. Bagi para pecinta game kompetitif tidak perlu khawatir karena refresh rate layar Predator Helios Neo 14 ini bisa mencapai 165 Hz.

Di samping spesifikasi yang ciamik, Acer juga melengkapi laptop Predator Helios Neo 14 dengan sistem pendingin terbaik mereka. Ada sistem dual-fan AeroBlade 3D 5th Gen dan Vortex Flow technology. Ditambah dengan pendinginan liquid metal pada prosesornya.

Urusan penunjang produktivitas, Predator Helios Neo 14 dilengkapi dengan teknologi Acer PurifiedVoice 2.0 yang akan mengeliminasi gangguan suara dari mikrofon. Webcam laptop ini juga dilengkapi dengan Acer PurifiedView yang membuat hasil gambarnya ditingkatkan oleh AI.

Membicarakan AI, asisten AI milik Windows yaitu Copilot juga langsung siap digunakan dari awal lewat Copilot Key. Acer bahkan memiliki berbagai fitur berbasis lain yang dapat dieksplorasi lewat Experience Zone yang ada di aplikasi PredatorSense.

Selain Predator Helios Neo 14, Acer sebenarnya juga mengumumkan penyegaran untuk seri laptop Acer Nitro 16-nya. Laptop gaming terjangkau Acer ini kini mendapatkan berbagai peningkatan di dalamnya.

Di sektor dapur pacu, Acer Nitro 16 baru ini kini menggunakan prosesor Intel Core i7 14700HX yang ditandemkan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 4060 Laptop. Kombinasi tersebut menghasilkan performa yang mumpuni untuk melibas game-game terbaru.

Selain itu, Acer Nitro 16 ini juga mendapatkan improvisasi pada sistem pendinginan. Laptop ini kini hadir dengan dual-fan, quad-intake, dan quad-exhaust yang dapat meminimalisir panas dan memaksimalkan performa CPU dan GPU-nya.

Kedua laptop gaming terbaru Acer ini akan segera tiba pada bulan Mei mendatang. Untuk harganya sendiri, Predator Helios Neo 14 akan dijual mulai dari harga $1.799 atau sekitar Rp29 juta untuk varian terendahnya.

Sedangkan Acer Nitro 16 akan dijual dengan harga mulai dari $1.399 atau sekitar Rp22,5 juta. Sayangnya untuk harga pasti di Indonesia harus menunggu ketika Acer Indonesia membawa laptop ini secara resmi ke tanah air.

Logitech Hadirkan Gaming Keyboard Pro X 60 Lightspeed

Logitech belum lama ini merilis perangkat papan ketik terbaru yang masih dalam jajaran Logitech G (untuk gaming) yaitu Logitech G Pro X 60 Lightspeed. Keyboard ini menghadirkan desain kompak dan kayak fitur. 

Logitech G Pro X 60 Lightspeed hadir dengan ukuran 60%, cukup kecil untuk keyboard gaming tetapi jadi compact dibandingkan dengan full sized keyboard yang biasanya makan tempat. 

Meski ukurannya compact, tetapi keyboard ini membawa tombol-tombol penting yang dibutuhkan dalam bermain game yang bisa dikustomisasi salah satunya lewat fitur KEYCONTROL.

Dengan KEYCONTROL pengguna bisa mengakses kustomisasi lewat aplikasi G HUB. Pengguna bisa menetapkan hingga 15 fungsi per tombol. Kustomisasi, makro, audio atau efek pencahayaan bisa dilakukan lewat aplikasi ini untuk Pro X 60 Lightspeed.

Beberapa kustomisasi yang umum dilakukan antara lain: 

  • Remap Keys – Memetakan ulang tombol dengan mudah untuk menyesuaikan keyboard layout sesuai kebutuhan Anda. Tingkatkan efisiensi dengan memetakan ulang perintah yang umum digunakan di ujung jari Anda.
  • Assignments – Tetapkan hingga 5 fungsi dengan mudah ke satu tombol melalui pemetaan ulang yang mulus. Dapatkan kontrol penuh untuk seluruh desktop Anda ke keyboard Anda.
  • Modifiers and Events – Menggunakan modifiers dan event types untuk membuat shortcuts dan perintah rumit yang disesuaikan dengan alur kerja Anda dengan lancar.
  • Layers – Manfaatkan kekuatan layers, termasuk Base, FN, dan G-Shift, untuk memperluas fungsionalitas utama. Dengan layers, ada potensi untuk memetakan ulang kunci hingga 15 fungsi.
  • Toggle Controls – Rasakan switch antara pengaturan personal dan pengaturan default dengan mudah serta melakukan on/off untuk penyesuaian keyboard dengan mudah.

Keyboard gaming Pro X 60 LIGHTSPEED menghadirkan bahan keycaps PBT dual-shot tactile, GX optical switches, keyboard ini sudah bluetooth, ada game mode switch, LIGHTSYNC RGB lighting, volume roller dan dilengkapi tas jinjing semi hardcover jika ingin dibawa. Tentunya sudah mendukung LIGHTSPEED WIRELESS dengan satu adaptor.

Logitech juga menjelaskan bahwa keyboard ini di desain dengan kolaborasi ratusan pro player di dunia, jadi tentunya sudah ada input dari gamers tentang fungsi dan kebutuhan yang bisa diakomodasi oleh keyboard ini. 

Salah satunya adalah pemain G2 Esports, ia mengatakan, “PRO X 60 adalah pilihan yang sempurna untuk pemain yang membutuhkan keyboard yang dapat beradaptasi dengan berbagai setup dan kondisi. Keyboard ini juga sangat mudah dibawa saat bepergian. Saya suka itu,” kata Michaela ‘mimi’ Lintrup, G2 Esports, Valorant.

Keyboard PRO X 60 LIGHTSPEED Wireless Gaming Keyboard sudah tersedia di Indonesia mulai 9 April 2024. 

Tersedia dalam warna Black, White, dan Pink dengan harga jual Rp2.899.000. Produk ini bisa Anda dapatkan di online store maupun toko-toko elektronik yang menjual produk resmi Logitech.

Google Akan Rilis Produk Baru Bernama Vids

Butuh layanan dengan output video sederhana untuk berkolaborasi dan berbagi video yang terintegrasi Google? Vids bisa jadi pilihan. 

Seperti yang dikutip dari The Verge, Google dikabarkan sedang mempersiapkan layanan atau produk baru yang diberi nama Vids. Mengutip dari sumber yang sama, Vids bertujuan untuk membantu perusahaan dan konsumen dalam membuat video kolaborasi dan shareable dengan lebih mudah. 

Nantinya, pengguna bisa memasukan aset atau bahan dari Google Drive atau sumber lain, menyatukannya dalam bentuk video. Anda bisa menambahkan voiceover atau merekam diri sendiri dan menyatukan dalam satu video final. 

Dari laman resmi disebutkan bahwa layanan untuk membaut video in akan diintegrasikan dengan AI dan akan hadir di Gemini serta Google Workspace. Jadi nantinya Anda bisa menggunakan prompt untuk membuat video.

Video perkenalan singkat juga menyoroti fitur AI karena Google memasukkan Vids ini dalam ‘paket’ layanan Gemini. Idealnya bisa jadi Vids ditujukan untuk mempermudah dalam membuat video promosi sederhana, explanation untuk internal perusahaan atau bisa juga untuk membuat draft video dengan bantuan AI bagi konten kreator sebagai panduan sederhana sebelum membuat konten asli.

Integerasi dengan layanan Google Workspace tentunya bisa jadi keunggulan di layanan ini. 

Membaca informasi ini saya jadi teringat layanan video di Canva, kalau melihat screenshoot yang ada, fiturnya mirip dengan membuat video di Canva. Ada timeline, bisa memasukan suara, bisa merekam dan bisa menambahkan berbagai bahan, untuk akhirnya di jadikan video. 

Vids akan hadir bulan Juni di Workspace Labs, saat ini Google sedang menguji secara terbatas. Dengan Vids layanan lain seperti Docs, Sheets dan Slides akan semakin lengkap. Kita tunggu rilis resmi layanan ini.