Amazon Dirumorkan Sedang Bersiap untuk Meluncurkan Inisiatif NFT

2022 menjadi saksi atas masuknya brand besar seperti Starbucks ke Web3. Bahkan raksasa Web2 sekelas Meta pun juga serius menjalani transisinya ke Web3 sejak tahun lalu. Tahun ini, sepertinya bakal ada raksasa Web2 lain yang menyusul: Amazon.

Rumor terbaru yang dilaporkan oleh Blockworks menyebutkan bahwa Amazon tengah bersiap untuk meluncurkan inisiatif NFT pada musim semi 2023. Kabarnya, Amazon sudah menetapkan bulan April 2023 sebagai jadwal untuk mengumumkan ambisi besarnya di ranah Web3.

Upaya Amazon untuk merangsek ke sektor Web3 yang semakin ramai ini memang masih tergolong tahap awal, akan tetapi narasumber Blockworks mengklaim bahwa Amazon sudah berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah pemain penting, termasuk para pengembang blockchain Layer 1, startup game blockchain, dan digital asset exchange.

Lebih lanjut, Amazon sepertinya juga menaruh fokus ekstra pada segmen game blockchain. Salah satu strategi yang sedang dibangun adalah untuk mendorong para pelanggan Amazon bermain game blockchain dan mengklaim NFT secara cuma-cuma.

Sejauh ini belum diketahui siapa yang akan memimpin inisiatif NFT dari Amazon ini. Detail mengenai platformnya juga belum ada, meski kemungkinan besar bakal mencakup sejumlah proyek game NFT. Satu hal yang bisa dipastikan oleh narasumber Blockworks adalah, proyek ini bakal dikerjakan oleh Amazon dan bukan oleh divisi Amazon Web Services (AWS).

Tidak seperti Amazon, AWS sejauh ini memang sudah cukup kelihatan gerak-geriknya di ranah Web3. Salah satu langkah terbaru dan paling signifikannya adalah kemitraannya dengan Ava Labs, pengembang blockchain Avalanche. Amazon di sisi lain tidak pernah diberitakan sebagai perusahaan yang sangat antusias terhadap tren kripto maupun blockchain.

Indikasi bahwa Amazon berniat mengeksplorasi segmen NFT sebenarnya sudah tercium sejak tahun lalu, tepatnya ketika CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan bahwa dirinya sangat terbuka akan peluang Amazon berjualan NFT.

Di titik ini, memang tidak ada yang bisa menjamin apakah Amazon dengan inisiatif NFT-nya ini berniat untuk menyaingi para pemain yang sudah ada seperti OpenSea atau Rarible. Namun kalau melihat jumlah konsumen Amazon yang masif, mereka punya peluang besar untuk mengusik persaingan di ranah marketplace NFT.

Gambar header: Marques Thomas via Unsplash.

Lenovo Perkenalkan Laptop Windows untuk Pendidikan: Gunakan Alder Lake-N, Ryzen 7000, dan Kompanio 520

Lenovo baru-baru ini mengeluarkan kembali perangkat laptop mereka yang khusus ditujukan untuk pendidikan. Hal tersebut diungkapkan oleh perusahaan tersebut pada FETC 2023 di New Orleans. Portofolio mereka mencakup laptop-laptop baru yang berjaan dengan sistem operasi Windows 11 dan ChromeOS untuk siswa dan guru. Semuanya ini bakal berjalan dengan lebih baik dari generasi sebelumnya.

Stuart King, Global Head of Education Segment, Lenovo Intelligent Devices Group, mengatakan bahwa pendidikan adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik dan perangkat Lenovo yang dirancang khusus untuk siswa, fakultas, staf, dan administrator, dan dibangun untuk menahan kerasnya penggunaan sehari-hari dan menjaga pengalaman belajar. Lembaga pendidikan harus siap untuk transformasi digital.

Semua model baru yang diperkenalkan Lenovo ternyata menggunakan prosesor dengan generasi baru. Beberapa model yang ditampilkan menggunakan prosesor Intel Alder Lake-N dan ada pula yang menggunakan AMD Ryzen 7000 series. Namun, belum diketahui untuk Ryzen 7000 mana yang akan digunakan pada laptop untuk pendidikan ini.

Alder Lake-N yang bakal digunakan adalah Intel N100 dan N200. Seperti yang diketahui, Intel N100 dan N200 menggunakan arsitektur Gracemont yang digunakan sebagai E-Core pada prosesor Intel Core i Generasi ke 12. Yup, prosesor ini merupakan penerus dari Intel Atom dengan kinerja yang lebih baik.

Laptop yang diperkenalkan memiliki nama Lenovo 100w Gen 4, Lenovo 300w Yoga Gen 4, Lenovo 500w Yoga Gen 4, dan Lenovo 13w Yoga Gen 2. Semua laptop tersebut ternyata sudah memiliki sertifikasi MIL-STD-810H yang tentunya tahan tumpahan serta benturan. W sendiri menandakan bahwa perangkat ini menggunakan sistem operasi Windows 11.

Selanjutnya untuk laptop yang menggunakan sistem operasi Chromebook, Lenovo juga menawarkan beberapa model. Di antaranya adalah Lenovo 100e Chromebook Gen 4 dan Lenovo 300e Yoga Chromebook Gen 4 yang memakai prosesor Mediatek Kompanio 520. Selanjutnya ada Lenovo 500e Yoga Chromebook Gen 4 dan Lenovo 14e Chromebook Gen 3 yang menggunakan prosesor Intel.

Lenovo mengatakan bahwa laptop-laptop baru yang ditujukan untuk pendidikan ini bakal tersedia mulai Q1 2023. Hal tersebut tentu saja untuk laptop Windows 11 dan Chromebook-nya. Belum jelas apakah laptop-laptop ini nantinya akan tersedia di Indonesia atau tidak.

Google Pamerkan MusicLM, AI yang Mampu Menyulap Teks Menjadi Musik

Kemunculan DALL-E, Midjourney, dan sederet artificial intelligence (AI) jago gambar lain dalam beberapa bulan terakhir membuktikan bahwa kecerdasan buatan sebenarnya juga bisa diandalkan di bidang kreatif. Bukan cuma menggambar, AI bahkan juga bisa menggubah musik, seperti yang ditunjukkan oleh proyek riset terbaru Google bernama MusicLM.

Sama seperti DALL-E yang dapat mengubah deskripsi teks menjadi gambar, MusicLM mampu menciptakan komposisi musik berdasarkan input teks yang dicantumkan. Beberapa contoh yang Google berikan di situs MusicLM terdengar mengesankan, seperti misalnya potongan musik yang sangat cocok dijadikan soundtrack dari sebuah arcade game, atau perpaduan dua genre yang tidak umum seperti reggae dan EDM.

MusicLM mampu menciptakan klip musik berdurasi 30 detik tersebut berdasarkan sebuah paragraf teks yang mendetail yang menggambarkan sebuah genre, vibe, dan bahkan sejumlah instrumen yang spesifik. Sebaliknya, MusicLM pun juga sanggup menciptakan komposisi musik berdurasi 5 menit hanya berdasarkan frasa-frasa sederhana seperti “melodic techno” atau “relaxing jazz”.

Fungsi MusicLM tidak terbatas hanya untuk menciptakan musik dari nol saja. Tim periset Google juga sempat menunjukkan kemampuan MusicLM berkarya berdasarkan melodi yang ada. Contohnya, setelah mendengarkan input berupa siulan dengan melodi ikonis dari lagu “Bella Ciao”, MusicLM dapat menciptakan sejumlah variasi dari melodi tersebut menggunakan style dan alat musik yang berbeda.

MusicLM bukanlah generative AI pertama yang mampu menciptakan musik. Sebelumnya sudah ada sistem seperti Dance Diffusion, Jukebox besutan OpenAI, maupun Riffusion yang menggubah musik dengan memvisualisasikannya. Pun begitu, MusicLM bisa dibilang lebih kapabel dalam hal membuat komposisi musik yang kompleks.

Menurut tim pengembangnya, MusicLM sejauh ini telah dilatih menggunakan dataset dengan total durasi musik selama 280.000 jam untuk belajar menciptakan lagu yang koheren berdasarkan deskripsi teks yang kompleks. AI ini bahkan juga mampu membuat komposisi musik berdasarkan lukisan dan deskripsi teksnya.

Namun tentu saja, MusicLM bukanlah tanpa kekurangan. Dari beberapa sampel musik yang dihasilkan, kualitas audionya terdengar kurang baik. Lalu kalau kita dengarkan dengan cermat, sampel yang memiliki vokal ternyata mencakup lirik yang ngawur.

Namun kekurangan terbesar MusicLM adalah kecenderungannya untuk menyelipkan material yang terlindungi hak cipta ke dalam musik yang dihasilkannya. Eksperimen yang dilakukan tim pengembangnya menunjukkan bahwa sekitar 1% dari musik yang dihasilkan MusicLM adalah hasil replikasi langsung dari lagu-lagu yang digunakan untuk melatihnya.

Hal inilah yang pada akhirnya mendorong Google untuk tidak merilis proyek riset ini ke publik. Risiko penyalahgunaan dan plagiarisme sangatlah besar buat MusicLM dalam kondisinya sekarang. Namun untuk mendukung riset seputar AI pembuat musik ke depannya, Google akan merilis dataset berisikan 5.500 pasangan musik dan teks.

Sumber: TechCrunch. Gambar header: Mitchell Luo via Unsplash.

Usung Desain Kulit Fiberglass dan Kamera 100MP, O-Fans Jadi yang Pertama Mencoba Reno8 T

Dua smartphone mendatang OPPO, Reno8 T Series akan segera diperkenalkan di Indonesia pada awal bulan Februari 2023 mendatang. Perangkat Reno terbaru ini bikin banyak orang penasaran dan OPPO menjadikan para O-Fans yang terpilih sebagai orang pertama yang mencoba Reno8 T.

Pada tanggal 28 Januari lalu, OPPO mengundang fans setianya, O-Fans menjadi yang pertama menggenggam dan mencoba keunggulan Reno8 T pada acara Sneak Peek Reno 8T di OPPO Gallery Plaza Indonesia. Reno8 T merupakan satu dari dua model Reno8 T Series yang mengusung konektivitas 4G.

Sejak berdiri di Indonesia, konsumen selalu menjadi bagian penting bagi kami, apalagi fans setia kami, O-Fans. Untuk itu, hari ini O-Fans menjadi orang pertama yang mencoba perangkat terbaru kami, OPPO Reno8 T. Perangkat ini hadir dengan beberapa topped up peningkatan yang akan memberikan kepuasan lebih untuk O-Fans,” ujar Patrick Owen, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia.

Dikemas melalui Mystery Box, O-Fans diajak untuk melihat dan merasakan pertama kalinya Reno8 T. Setelah itu, OPPO memberikan penjelasan berbagai topped up yang diberikan pada perangkat ini terutama dari segi desain, kamera, dan performa. Lalu, bagaimana pendapat dari para O-Fans?

OPPO Reno8 T mengusung desain kulit fiberglass generasi terbaru dengan efek jahitan kulit, tampil stylish untuk dapat menjadi bagian dari fashion pengguna muda Indonesia. Desain kulit fiberglass yang ditingkatkan ini untuk memberikan dimensi yang lebih tipis dan ringan jika dibandingkan dengan kulit tradisional.

Terkait desain Reno8 T, salah satu O-Fans, Lina mengungkapkan pendapatnya, “Desainnya ini aku suka banget, apalagi tekstur kulitnya lucu, ditambah ada tampilan jahitan kulit kaya gini bikin kesannya luxury jadi keliatan banget. Frame sampingnya juga keren warnanya gold, cocok banget sama desain belakang warna orange-nya ini yang colorful dan fashionable banget pastinya” ujarnya.

Di segi kamera, OPPO melakukan peningkatan besar dengan menghadirkan kamera portrait 100MP pertama kalinya di Reno Series dan menghadirkan beberapa fitur kamera populer yang sebelumnya ada pada Reno8 T. “Menurut saya, semakin besar megapiksel kamera, detailnya akan semakin bagus. Di Reno8 T ini sudah dilengkapi kamera 100MP yang hasilnya sangat jelas” ujar Wisnu, O-Fans.

Afdal, O-Fans yang telah mencoba langsung Reno8 T juga memberikan komentarnya. “Baterai yang besar bisa tahan seharian. Untuk charging cepat banget, terlebih kalau lagi buru-buru mau pergi, tinggal ngecas sebentar terus baterai sudah terisi. Fitur RAM Expansionnya yang gede bikin buka-buka aplikasi lebih lancar dan gaming juga tambah ngebut,” tambahnya.

Ya, Reno8 T bikin banyak orang penasaran karena perangkat ini benar-benar akan dirilis di Indonesia untuk pertama kalinya. Rencananya OPPO akan merilis Reno8 T Series yang terdiri dari model 4G dan 5G pada awal Februari mendatang. Kunjungi terus Hybrid.co.id untuk mendapatkan update terbaru dari Reno8 T Series.

Mencoba Singkat OPPO Reno8 T Series, dan Contoh Foto

OPPO sedang bersiap untuk merilis smartphone terbaru bernama Reno8 T Series. Ada dua varian yang akan hadir yaitu Reno8 T 5G dan versi 4G.

Dua perangkat Reno8 T Series ini memili kemiripan namun juga perbedaan. Kemiripan yang ada hadir dari basic desain perangkat yang keduanya mengadopsi pinggiran lengkung bukan kotak seperti seri Reno8 yang telah tersedia di pasaran saat ini.

Reno8 T Series

Layout kamera juga tampil cukup berbeda dengan fokus pada dua lingkaran besar yang menjadi tempat dari lensa. Untuk penampang belakang, versi Reno8 T 5G mengadopsi Reno Glow yang menjadikannya nyaman dalam genggaman dan juga anti fingerprint. Sedangkan untuk Reno8 T versi yang 4G hadir dengan faber leather glass layaknya Reno7 4G tetapi dengan beberapa detail yang berbeda.

Selain dari keunggulan di sisi desain, salah satu keunggulan yang sudah bisa dibagikan informasinya adalah tentang kualitas dari foto atau kamera dari perangkat. Reno8 T 5G membawa kualitas kamera maksimal di 108MP sedangkan Reno8 T varian 4G membawa maksimal 100MP. Dengan kualitas ini, cropping dari hasil foto akan jadi lebih terjada kulitasnya.

Untuk pengalaman genggam sendiri, Reno8 T Series ini memberikan pengalaman genggam yang menyenangkan dan terasa mewah. Reno8 T 5G terasa ringan dan tipis, kesan mewahnya begitu terasa baik dari bagian pinggir atau bagian belakang perangkat.

Sedangkan untuk hasil foto sediri, kesan awalnya juga cukup baik. Hasil cropping untuk foto kekinian bisa, untuk cropping untuk objek jarak jauh juga bisa.

Berikut beberapa hasil dari kamera Reno8 T Series.

Hasil foto Reno8 T 5G

Hasil foto Reno8 T 4G

 

OPPO sendiri bersiap menggelar beberapa acara untuk memperkenalkan perangkat Reno8 T Series ini. Tentu saja semakin mendekati acara peluncuran resmi, kita akan mendapatkan informasi tambahan tentang spesifikasi dan tentunya nanti hari H akan ada informasi harga.

Review A Space for the Unbound, Realita Kehidupan Berbalut Piksel

Setelah lama menanti, akhirnya game terbaru dari Mojiken Studio dan Toge Productions yang berjudul A Space for the Unbound resmi dirilis. Dan kombo developer beserta publisher lokal ini kembali membuktikan bahwa mereka dapat menaikkan level industri game lokal lewat karyanya.

A Space for the Unbound sendiri merupakan sebuah game petualangan slice-of-life dengan style pixel art. Salah satu daya tarik utama dari game ini adalah latar game-nya yang menggambarkan Indonesia di tahun 90-an.

Namun siapa yang menyangka bahwa kisah klise petualangan anak SMA yang diangkat tersebut memiliki pesan yang cukup mendalam dan punya alur fantasi yang tidak akan diduga-duga oleh banyak orang seiring berjalannya cerita.

Tanpa berlama-lama berikut adalah review untuk A Space for the Unbound.

Kompleksitas hidup manusia yang gelap

Sebagai game petualangan, cerita merupakan salah satu aspek paling penting untuk A Space for the Unbound. Dan Mojiken Studio bisa dibilang sukses dalam menyajikan hal tersebut kepada para pemain.

Pemain mungkin akan memainkan karakter Atma secara penuh dalam game ini. Namun bukan berarti fokus cerita hanya akan terpusat pada dirinya saja. Berkat kemampuan supranatural Spacedive yang ia miliki, Atma mampu masuk ke pikiran karakter lain untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi.

Di sinilah nantinya pemain akan mempelajari bahwa seperti di dunia nyata, setiap karakter dalam game ini memiliki problematikanya masing-masing. Dan A Space for the Unbound menggambarkannya dengan cukup realistis.

Mulai dari perundungan (bullying), kecemasan, depresi, hingga KDRT dengan penggambaran yang jelas, semua ini memicu kita untuk berempati kepada masing-masing karakter yang ada, sekaligus memberikan gambaran mengenai dampak dari berbagai berbagai hal yang dialami karakter tersebut.

Menangkap Indonesia dalam visual piksel

Indonesia memang tidak banyak dijadikan latar dalam sebuah video game, maka dari itu eksekusi yang dilakukan Mojiken Studio bisa dibilang sukses besar dalam merepresentasikan sebuah lingkungan perkampungan Indonesia di tahun 90-an.

A Space for the Unbound sendiri berlatar di sebuah kota kecil bernama Loka, yang memang tidak terlalu besar untuk dijelajahi, namun cukup padat dan terasa hidup. Di jam-jam pertama, saya harus jujur takjub dengan penggambaran kota Loka yang tidak hanya terlihat namun juga terasa “sangat Indonesia sekali”.

Mulai dari desain rumah-rumah khas tahun 90-an, toko kelontong, penjual makanan, sekolah, hingga berbagai berbagai pernak-pernik khas Indonesia seperti kentongan, acara nikahan di jalan, dan lain sebagainya bisa dijumpai di Loka.

Kota Loka mungkin tidak luas secara ukuran, namun banyaknya lokasi menarik di dalamnya membuatnya tetap menarik. Apalagi berbagai tempat di sini akan ikut berevolusi seiring dengan berjalannya cerita.

Pecahkan puzzle dan selesaikan minigame

Sebagai game yang digerakkan oleh cerita, A Space for the Unbound menerapkan sistem klasik berbasis objektif. Pemain akan mengontrol Atma yang akan berkeliling di berbagai lokasi di kota Loka untuk menyelesaikan berbagai tugas.

Untuk menyelesaikan objektif yang diberikan, pemain juga akan dihadapkan dengan puzzle dan juga beberapa minigame berbasis QTE (Quick Time Event).

Agar tidak terasa stagnan, Mojiken Studio juga secara bertahap menaikkan tingkat kesulitan QTE-nya seiring dengan berjalannya cerita. Hal ini membuat bagian akhir dalam game-nya masih terasa cukup menantang.

Puzzle yang dihadirkan juga semakin menantang seiring berjalannya cerita. Butuh perhatian ekstra dan kesabaran karena beberapa memerlukan usaha bolak-balik yang mungkin terasa membosankan saat melakukannya.

Petualangan linear yang minim risiko

Review A Space for the Unbound

Melanjutkan aspek gameplay yang sebelumnya dibahas, petualangan yang akan dilakukan Atma dalam game ini akan berjalan sangat linear. Sehingga pemain tidak akan menghadapi risiko salah mengambil keputusan.

Pilihan dialog yang ada pun tidak akan memengaruhi jalan cerita atau setidaknya memberikan reaksi yang berbeda dari karakter lainnya, sebab pada akhirnya semua dialog akan digunakan semata untuk memberikan pemahaman cerita yang lebih.

Keputusan ini mungkin membuat para gamer sedikit kecewa karena tidak adanya cabang alur cerita, atau setidaknya variasi respons dari karakter lain berdasarkan dari dialog yang akan dipilih oleh pemain.

Hal ini juga mungkin akan membuat para pemain yang telah menyelesaikan A Space for the Unbound tidak memiliki alasan untuk mengulang kembali game-nya. Kecuali mereka ingin mengakses konten-konten tambahan yang sebelumnya belum diakses.

Konten tambahan yang cukup menarik

Review A Space for the Unbound

Selain cerita utama yang harus dilalui, ada beberapa konten tambahan di dalam A Space for the Unbound yang dapat dilakukan. Semua hal tersebut berupa misi sampingan berupa “bucket list” dan juga koleksi.

Untuk melihat daftarnya pun tidak akan sulit karena semua hal tersebut akan terpampang jelas di buku catatan milik Atma yang dapat diakses kapanpun. Dan pemain juga tidak harus menyelesaikan misi-misi sampingan tersebut untuk melanjutkan cerita.

Namun misi-misi tambahan ini akan memberikan pemain tambahan jam bermain untuk A Space for the Unbound ini. Lebih lanjut, pemain juga akan mendapatkan hadiah ekstra bila menyelesaikan misi tambahan tersebut.

Sayangnya, game ini tidak memiliki opsi New Game+ ataupun akses untuk melanjutkan eksplorasi kota Loka setelah campaign utamanya selesai. Sehingga ada baiknya untuk menyelesaikan berbagai misi tambahan ini di awal daripada harus mengulangnya dari nol.

Kesimpulan A Space for the Unbound

A Space for the Unbound adalah sebuah game yang akan menyajikan pengalaman petualangan fantasi ala serial anime dengan latar Indonesia yang tentunya terasa istimewa untuk gamer dalam negeri.

Cerita dalam game ini tentu menjadi hidangan utama yang akan dinikmati oleh para gamer. Dan Mojiken Studio dengan piawai mengatur laju naratif dari game-nya, sehingga pemain dapat menikmati setiap momen yang dihadirkan hingga akhir.

Ada banyak nilai dan pesan moral yang dapat diambil dari A Space for the Unbound, terutama bagaimana sikap sebagai manusia dalam berinteraksi satu sama lain.

Review A Space for the Unbound

Game ini bahkan mungkin akan terasa personal bagi beberapa pemain yang mungkin memiliki kesamaan cerita dengan berbagai karakter di dalamnya.

Karena meskipun memiliki banyak aspek fantasi, namun A Space for the Unbound berhasil menyentuh sisi terdalam manusia yang mungkin jarang dibahas oleh medium lain.

Survei GDC: PC Masih Jadi Platform Favorit Developer Game

Setiap tahun, Game Developers Conference (GDC) selalu mengadakan survei untuk para pekerja di studio game dan merilis laporannya. Tidak terkecuali tahun ini.

Dalam survei kali ini, selain membahas tentang platform dan model bisnis favorit para developer, GDC juga membahas tentang tanggapan developer akan teknologi dan konsep baru yang bersinggungan dengan industri game, seperti blockchain dan metaverse.

Platform dan Model Bisnis Favorit Developer

Untuk menghasilkan laporan State of the Game Industry 2023, GDC mengadakan survei pada 2,3 ribu developers game. Dari semua responden, sebanyak 57% mengaku bahwa mereka telah bekerja di industri game selama 10 tahun atau kurang.

Sementara dari segi jabatan, sebanyak 37% responden bertanggung jawab atas game design, 35% merupakan programmer, serta 31% responden adalah bagian dari tim produksi dan manajemen. Para responden juga datang dari divisi bisnis dan finansial, visual art, narrative/writing, marketing/PR, audio, Quality Assurance, dan lain sebagainya.

Berdasarkan survei GDC, kebanyakan developer game fokus untuk membuat game PC. Buktinya, sebanyak 65% developer mengaku, mereka sedang membuat game untuk PC. Sementara itu, sebanyak 57% responden mengatakan, proyek berikutnya yang akan mereka buat adalah game PC.

Selain PC, para developer juga sibuk untuk membuat game di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Sebanyak 33% developer mengaku tengah mengembangkan game untuk PS5 dan 30% untuk Xbox Series X/S.

Jawaban para developer tentang platform untuk game yang sedang mereka buat. | Sumber: GDC

Saat ini, PC juga masih menjadi platform yang paling diminati oleh para developer. Sebanyak 64% responden mengatakan, PC merupakan salah satu platform yang paling menarik perhatian mereka.

Setelah PC, sebanyak 46% responden mengungkap bahwa PS5 merupakan salah satu platform yang paling mereka minati dan sebanyak 46% developer memilih Nintendo Switch sebagai platform yang paling menarik perhatian mereka.

Saat ini, ada beragam model bisnis yang developer game bisa gunakan. Tidak peduli apakah developer memilih untuk menggunakan model bisnis premium, freemium, atau subscription, masing-masing model bisnis punya kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Ketika ditanya tentang model bisnis yang digunakan pada game mereka, setengah responden survei GDC mengatakan, mereka masih menggunakan model bisnis pay-to-download alias premium.

Sementara itu, sepertiga developer menggunakan model bisnis free-to-play (F2P). Sebanyak 25% responden mengaku, game yang sedang mereka kembangkan akan menawarkan konten DLC berbayar, 23% responden tengah membuat game dengan in-game item berbayar dan 19% lainnya menggunakan mata uang dalam game.

Dari semua model bisnis yang ada, salah satu model bisnis yang paling jarang digunakan oleh developer adalah sistem premium tier subscription, seperti yang digunakan di Fallout 76. Selain itu, sistem monetisasi berbasis blockchain juga kurang diminati.

Model bisnis pilihan para game developer. | Sumber: GDC

Menariknya, 9% responden survei mengatakan, game mereka kini menjadi bagian dari layanan langganan game, seperti Xbox Game Pass atau PlayStation Plus.

Padahal, tahun lalu, para developer justru menganggap keberadaan layanan langganan sebagai ancaman untuk mereka. Ketika itu, mereka khawatir, layanan subscription game justru membuat gamers enggan untuk membeli game secara langsung.

Namun, meningkatnya popularitas layanan subscription game tampaknya  berhasil mengubah pemikiran para developer game. Memang, sebanyak 21% responden masih merasa, keberadaan layanan langganan game justru menghilangkan nilai jual sebuah game. Tapi, sebanyak 36% responden percaya, layanan langganan game bukanlah ancaman untuk mereka. Jumlah responden yang menunjukkan pemikiran positif akan layanan subscription game mengalami kenaikan, dari 30% di 2021.

AR/VR, Metaverse, dan Blockchain

Tahun ini, akan ada dua headset AR/VR baru yang diluncurkan, yaitu Meta Quest Pro dan PlayStation VR (PSVR) 2. Keberadaan dua headset baru itu membuat sebagian developer game kembali tertarik untuk membuat game AR/VR. Namun, hanya 38% responden survei GDC yang mengungkap bahwa mereka pernah membuat game AR/VR. Angka ini turun dari 42% di tahun lalu.

Dari semua headset yang ada, Meta Quest menjadi platform pilihan bagi 36% developer untuk merilis game mereka. Sementara 18% responden mengungkap, mereka tertarik untuk merilis game di PSVR2 dan 15% di HTC VIVE.

Platform AR/VR yang paling menarik perhatian para developer. | Sumber: GDC

Dari segi minat para developer, Meta Quest juga menjadi platform VR/AR yang paling menarik perhatian developer game.

Sebanyak 39% responden mengatakan, mereka paling tertarik dengan Meta Quest sebagai platform untuk game AR/VR. Setelah itu, PSVR2 menjadi platform favorit ke-2, dengan 35% responden mengaku tertarik dengan headset buatan Sony tersebut. Valve Index menjadi platform game AR/VR paling populer ke-3, dengan 24% responden mengungkap ketertarikan dalam merilis game untuk headset ini.

Selain AR/VR, beberapa tahun belakangan, perusahaan-perusahaan teknologi juga tertarik dengan konsep metaverse.

Dari semua perusahaan yang menunjukkan ketertarikan dengan metaverse, 14% developer percaya, Epic Games merupakan perusahaan yang punya kesempatan paling besar untuk merealisasikan metaverse dengan Fortnite. Sementara 7% developer percaya bahwa Meta-lah yang akan bisa mempopulerkan metaverse dengan Horizon Worlds dan 7% lainnya percaya pada Microsoft dengan Minecraft.

Meskipun begitu, sebanyak 45% developer game tetap tidak terlalu antusias menyambut konsep metaverse. Sebanyak 45% responden memilih untuk abstain ketika ditanya tentang platform metaverse yang punya potensi paling besar dalam merealisasikan konsep metaverse. Angka ini naik dari 33% pada 2022.

Tanggapan developer akan perusahaan yang dipercaya bisa merealisasikan metaverse. | Sumber: GDC

Tahun lalu, ada beberapa studio game besar yeng mengumumkan strategi mereka terkait teknologi blockchain. Di awal 2023, President Square Enix, Yosuke Matsuda mengungkap bahwa mereka akan terus berinvestasi dan berusaha untuk membuat game blockchain.

Namun, menurut survei GDC, sebagian besar developer game masih tidak tertarik dengan teknologi Web3, termasuk cryptocurrency dan Non-Fungible Token (NFT).

Sebanyak 75% responden mengaku tidak tertarik untuk menggunakan teknologi blockchain di game mereka dan hanya 2% responden yang mengatakan bahwa mereka sudah menggunakan teknologi Web3. Sebanyak 16%  developer mengungkap, mereka agak tertarik dengan teknologi Web3 dan 7% sangat tertarik.

Ketika ditanya apakah developer berencana untuk memasukkan teknologi blockchain ke game, sebanyak 56% developer mengatakan bahwa mereka tidak pernah setuju untuk menggunakan teknologi blockchain di game. Sementara sebanyak 12% responden mendukung penggunaan teknologi blockchain dan 25% mengungkap bahwa mereka tidak punya opini terkait hal ini.

Sumber header: PC Mag

Bukan Red Aliens, Bigetron Red Villains Jadi Nama Tim dan Bawa Roster Baru

Setelah melepas Luxxy dan Zuxxy serta menunggu pengumuman roster, kini Bigetron Esports resmi menunjuk para pemain PUBG Mobile dengan nama Bigetron Red Villains (RV).

Bigetron RV sendiri merupakan era baru sejak dibentuknya divisi tersebut pada tahun 2018 silam. Langkah ini ditempuh sang CEO, Edwin Chia atau BTR Starlest paska hasil mengecewakan di PMGC 2022.

Sumber: Bigetron

Pada laga tersebut, Bigetron RA tidak mampu menembus fase Last Chance untuk mengamankan tiket terakhir ke Grand Finals PMGC 2022 di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta.

Kepergian Luxxy dan Zuxxy membawa tanda tanya, pemain mana saja yang akan dihadirkan di Bigetron RV mendatang? Setelah dimulai dengan pengumuman uHigh, kini total 5 pemain sudah resmi diumumkan.

Berikut jajaran pemain PUBG Mobile di Bigetron Red Villains, yaitu:

1. Leander “Liquid” Deusfiel Sorongan
2. Muhammad “uHigh” Dhiya Ulhaq Bin Mohd Arasz
3. Muhammad “Ryzen” Albi
4. Febrianto “Svafvel” Genta Prakasa
5. Alan “Satar” Raynold Kumaseh
6. Jeffry Hariwijaya – Pelatih

Memang pengumuman pemain ini membawa kejutan lainnya karena masih diisi pemain yang berpengalaman. Nama-nama pemain seperti Liquid, uHigh, Svafvel, Satar dan lainnya memiliki sejarah membanggakan di skena esports PUBG Mobile.

Sumber: Bigetron Red Villains

Nama-nama seperti Ryzen, Svafvel dan Satar merupakan mantan pemain dan perwakilan Indonesia dalam ajang SEA Games 2022 yang diselenggarakan di Hanoi. Tidak ketinggalan, uHigh juga salah satu pemain yang mewakili Malaysia di ajang yang sama.

Visi Tim Bigetron Red Villains (RV)

Sumber: Bigetron Esports

Selain jajaran pemain, tentu pelatih juga tidak kalah penting di skena esports PUBG Mobile. Bigetron RV membawa pelatih Jeffry Hariwijaya untuk mengarungi PMPL ID Spring 2023.

Langkah pertama yang dilakukan Jeffry adalah menunjuk Ryzen sebagai sang kapten tim Bigetron RV. Saat ditunjuk sebagai pelatih, Jeffry mengungkapkan banyak tujuan atau visinya.

“Mengingat sejarah panjang yang dimiliki oleh Bigetron Esports, menjadi head coach adalah tantangan tersendiri bagi saya,” ucap Jeffry Hariwijaya.

“Untuk mengemban tugas dan tanggung jawab maka dari itu akan ada tiga hal yang akan kita lakukan di tahun 2023 ini,” tambahnya.

Sumber: Bigetron Esports

“Saya berjanji tim ini akan memiliki tiga hal ini di akhir tahun 2023, kita akan bangun kultur tim, kita akan menjadi satu dan kita akan minta pertanggungjawaban dari diri kita sendiri,” tegas Jeffry.

Selain dirinya, Jeffry juga akan dibantu oleh manajer tim yang dipercayakan kepada Alvandro Taroreh.

Dilengkapi Kamera 108MP, OPPO Reno8 T Series Mampu Hasilkan Foto Berkualitas

Bagi sebagian pengguna memang kamera menjadi hal yang sangat penting untuk sebuah smartphone. OPPO juga ingin terus menegaskan kehadiran perangkat di segmen ini dengan menginformasikan kehadiran OPPO Reno8 T Series, seri smartphone OPPO terbaru di awal tahun 2023.

Hal yang paling ditonjolkan dari OPPO Reno terbaru ini adalah kualitas kamera yang baik dengan teknologi Reno8 T 5G 108MP. Meski belum banyak informasi yang bisa dihadirkan dari Reno8 T Series ini tetapi OPPO telah memberikan sedikit info tentang hasil kameranya.

OPPO menjelaskan bahwa dengan kemampuan sensor kamera 100MP, OPPO Reno8 T Series bisa menangkap detail yang kaya dan dapat memperbesar foto untuk melihat bagian terkecil dari foto tersebut, mulai dari foto grup yang besar, pemandangan yang luas, atau foto portrait.

Dengan kualitas ini proses cropping foto menjadi lebih mudah karena tangkapan foto sudah dalam resolusi besar.

Sumber: OPPO

Ini bukan kali pertama OPPO menghadirkan smartphone dengan kamera magapiksel besar 108MP. Sebelumnya OPPO telah menghadirkan Reno3 yang menggabungkan kamera dan perangkat lunak kecerdasan buatan yang canggih untuk menangkap foto beresolusi tinggi. OPPO Reno3 dapat menghasilkan foto dengan ukuran 20 x 40 meter.

OPPO mengajak media dan techreviewer untuk mencoba OPPO Reno8 T Series untuk melihat kualitas hasil foto dari ponsel ini. Lokasi yang dipilih adalah TMII. Untuk pengalaman singkat tentang ponsel ini akan diceritakan di artikel terpisah.

Ada dua perangkat yang bisa dicoba kemarin yaitu OPPO Reno8 T 5G dan OPPO Reno8 T 4G. Perbedaan dari keduanya adalalah dari MP maksimal yang dihasilkan, yang Reno8 T 5G108MP dan satu lagi 100MP.

Dari sisi desain juga ada beberapa perbedaan, OPPO Reno8 T 4G hadir dengan desain yang menarik yaitu bagian belakang layaknya kulit, menjadikan tampilannya keren dengan body yang melengkung.

Hasil Tangkapan Foto OPPO Reno8 T Series

Foto hasil kamera Reno 8 T. Sumber: OPPO

Sensor kamera yang digunakan OPPO Reno8 T Series memang mampu menghasilkan gambar yang detail dan tajam. Meski ditangkap dengan rentang atau resolusi yang besar, namun Anda tetap bisa melihat kualitas fotonya meski sudah diperbesar.

100% zoom hasil kamera Reno 8 T. Sumber: OPPO

Hasil Tangkapan Foto OPPO Reno8 T Series di Kondisi Gelap

Low light atau night mode di Reno 8 T Series. Sumber: OPPO

OPPO juga menampilkan hasil kamera Reno8 T series ini untuk cahaya temaram alias malam hari. OPPO Reno8 T 5G dilengkapi dengan Pixel Binning Technology untuk hasilkan gambar yang jernih dan terang saat menangkap foto di lingkungan yang gelap.

Dijelaskan OPPO, fitur ini dapat degan menggabungkan 4 piksel kecil menjadi 1 piksel besar untuk meningkatkan penangkapan cahaya yang jauh lebih maksimal.

Sumber: OPPO

Tertarik membelinya? OPPO Reno 8 T Series sendiri baru saja diperkenalkan pada 20 Januari 2023 lalu, lewat website dan sosial media resmi OPPO Indonesia. Kedua perangkat ini akan segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Bawa Rekrutan Anyar, RRQ Umumkan Roster Untuk MPL ID Season 11

Memasuki MPL ID Season 11, setiap tim sudah harus memiliki roster masing-masing meski memang belum mengumumkannya. Namun Rex Regum Qeon (RRQ) jadi tim pertama yang resmi menampilkan formasi roster miliknya menghadapi turnamen lokal tertinggi untuk skena esports Mobile Legends.

Sebelum resmi diumumkan, memang banyak isu yang berkembang seputar kegagalan RRQ di ajang sebelumnya yaitu M4 World Championship 2022. Pada ajang tersebut, RRQ menempati urutan ketiga karena kalah dari ECHO.

Rekap M4 Worlds hari keempat
Sumber: Instagram @mlbbesports_official

Kegagalan tim tersebut menjadikan RRQ gagal juara sebanyak 4x di M-Series sejak digelar pada tahun 2019. Imbas kekalahan tersebut, terjadi perubahan pemain besar-besaran, salah satunya kepergian sang pelatih utama, yaitu Acil.

Selain itu, muncul satu pemain bintang yang mengisi bangku pemain RRQ, siapa dia? Berikut jajaran roster RRQ untuk MPL ID Season 11:

1. Andre “Banana” Raymond Putra
2. Albert “Alberttt” Neilsen Iskandar
3. Deden “Clayyy” Muhammad Nurhasan
4. Schevenko “Skylar” David Tendean
5. Calvin “VYN”
6. Muhammad “Lemon” Ikhsan
7. Deven “RENBO” Markos
8. Michael “Arcadia” Angelo Bocado – Head Coach
9. Petra “Fiel” Giovanni – Assistant Coach/Analyst

Nama dan Skuad Baru, RRQ Tampil Beda

Pihak Moonton sendiri mematok tanggal roster-lock agar setiap tim yang berpartisipasi bisa menyiapkan formasi terbaiknya. RRQ sendiri mengalami perombakan yang cukup besar, terlihat dari hilangnya beberapa pilar penting.

Salah satu nama yang disorot adalah R7 yang sementara non-aktif/rehat karena masalah kesehatan pergelangan tangan. Sebenarnya hal ini sering terjadi di beberapa pemain lain, sebut saja REKT, Oura, Donkey, dan Lemon sempat non-aktif karena masalah yang sama.

Sumber: YouTube Team RRQ

Selain itu, sang pelatih yang membawa RRQ lolos ke M1, M3, dan juga M4, Acil, juga hengkang dari susunan tim,. Penambahan berikutnya adalah RENBO, mantan pemain Bigetron Alpha yang kini memperkuat tim RRQ untuk menggantikan bangku kosong yang ditinggalkan R7.

Perubahan terakhir dan paling mencolok adalah pergantian nama tim. Sang CEO RRQ, Andrian “AP” Pauline Husen mengatakan akan ada perubahan nama pasca kegagalan timnya menjadi juara M4 Worlds.

Pasca pengumuman roster, melalui Instagram pribadinya, sang CEO mengatakan bahwa nama RRQ Hoshi berubah menjadi RRQ, tidak ada penambahan nama lagi.

Sumber: Instagram @rrq_ap

Menarik melihat performa tim RRQ di MPL ID Season 11, apalagi tanpa R7. Sang pemain sudah membela tim dalam waktu yang cukup lama, tepatnya dari MPL ID Season 4 hingga MPL ID Season 10.

Kehadiran RENBO pun mengundang banyak pertanyaan karena belum diketahui role apa yang akan dimainkannya di RRQ. Memang di sisi lain, role yang dimainkan Lemon dalam MPL ID S11 juga belum diketahui, tapi di musim lalu Lemon bermain di role midlane.

Tentu dengan kehadiran RENBO, bisa saja Lemon bermain mengisi posisi di gold lane di MPL ID S11 seperti MPL ID S9, atau bahkan Banana yang mengisi EXP lane menggantikan R7 yang rehat.